Video Terkini

Polling Website

Apa Merk Laptop anda ?

Artikel Terakhir

Calendar

« Nov 2017 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online38
mod_mod_visitcounterHits4281625
mod_mod_visitcounterToday175
mod_mod_visitcounterYesterday2786
mod_mod_visitcounterThis week63734
mod_mod_visitcounterThis month156960
mod_mod_visitcounterAll days822532

Menpora Soroti Fasilitas ICT PON Jabar

Menpora Soroti Fasilitas ICT PON JabarMenpora Soroti Fasilitas ICT PON Jabar

Tak cuma jalannya pertandingan yang dipantau Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam pelaksanaan PON XIX 2016 Jawa Barat. Fasilitas ICT di pesta olahraga ini juga ikut disorot.

Namun untungnya, fasilitas ICT PON mendapat nilai positif dari Menpora. Kesiapan ini dianggap penting sebagai 'pemanasan' sebelum mengawal Asian Games 2018.

"(Kami) sangat terbantu. Di sana ada percepatan, ada timing yang pas antar venue berkat ICT. Ini juga ujicoba sebelum melakukan kegiatan lebih besar, yakni Asian Games 2018. Sudah bukan zamannya lagi akses manual," kata Imam di Bandung setelah press conference di Media Center Utama, Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, akhir pekan lalu.

Fasilitas ICT PON Jabar sendiri disokong oleh Telkom sebagai official information communication technology (ICT). Menurut Imam, potensi domestik harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam setiap helatan olahraga, apalagi yang bersifat akbar dan periodikal seperti PON.

Sebab, potensinya memadai dan terbukti bisa memberikan kualitas tinggi sebagaimana diperlihatkan dalam pembukaan PON. Kala itu, konsep baru yakni video mapping dipadukan budaya Jawa Barat bisa diberikan murni oleh anak bangsa.

"Akses harus berkualitas tinggi, informasi yang diberikan bisa cepat, akurat, dan bisa langsung diakses semuanya. Prasyarat itu saya kira ada," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Deputi IV Bidang Olah Raga Prestasi Kementerian Pemuda Olahraga Gatot S. Dewa Broto kemudian coba membandingkan pengalamannya sebagai penanggungjawab media partner helatan APAC beberapa waktu lalu di Jakarta, yang mana harus menyiapkan media center berkapasitas 6.000 wartawan dengan separuhnya berasal dari media massa asing.

"Jadi, saya bandingkan, akses di PON, terutama di media center sudah memadai. Layanan data internetnya reliable, cepat, dan bisa kapanpun digunakan. Saya minta ini dipertahankan hingga selesainya PON," lanjutnya.

"Saat pembukaan saya sudah tekankan, agar layanan data dan internet harus baik, jangan congest sekalipun banyak yang pakai. Dan waktu itu saya lihat memang bisa diakses dengan baik dan handal," kata Gatot.

 
 
 
 

Menpora Soroti Fasilitas ICT PON Jabar

Ardhi Suryadhi - detikinet
Senin, 26/09/2016 11:18 WIB
Menpora Soroti Fasilitas ICT PON Jabar Foto: dok. Humas Kemenpora

Jakarta - Tak cuma jalannya pertandingan yang dipantau Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam pelaksanaan PON XIX 2016 Jawa Barat. Fasilitas ICT di pesta olahraga ini juga ikut disorot.

Namun untungnya, fasilitas ICT PON mendapat nilai positif dari Menpora. Kesiapan ini dianggap penting sebagai 'pemanasan' sebelum mengawal Asian Games 2018.

"(Kami) sangat terbantu. Di sana ada percepatan, ada timing yang pas antar venue berkat ICT. Ini juga ujicoba sebelum melakukan kegiatan lebih besar, yakni Asian Games 2018. Sudah bukan zamannya lagi akses manual," kata Imam di Bandung setelah press conference di Media Center Utama, Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, akhir pekan lalu.

Fasilitas ICT PON Jabar sendiri disokong oleh Telkom sebagai official information communication technology (ICT). Menurut Imam, potensi domestik harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam setiap helatan olahraga, apalagi yang bersifat akbar dan periodikal seperti PON.

Sebab, potensinya memadai dan terbukti bisa memberikan kualitas tinggi sebagaimana diperlihatkan dalam pembukaan PON. Kala itu, konsep baru yakni video mapping dipadukan budaya Jawa Barat bisa diberikan murni oleh anak bangsa.

"Akses harus berkualitas tinggi, informasi yang diberikan bisa cepat, akurat, dan bisa langsung diakses semuanya. Prasyarat itu saya kira ada," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Deputi IV Bidang Olah Raga Prestasi Kementerian Pemuda Olahraga Gatot S. Dewa Broto kemudian coba membandingkan pengalamannya sebagai penanggungjawab media partner helatan APAC beberapa waktu lalu di Jakarta, yang mana harus menyiapkan media center berkapasitas 6.000 wartawan dengan separuhnya berasal dari media massa asing.

"Jadi, saya bandingkan, akses di PON, terutama di media center sudah memadai. Layanan data internetnya reliable, cepat, dan bisa kapanpun digunakan. Saya minta ini dipertahankan hingga selesainya PON," lanjutnya.

"Saat pembukaan saya sudah tekankan, agar layanan data dan internet harus baik, jangan congest sekalipun banyak yang pakai. Dan waktu itu saya lihat memang bisa diakses dengan baik dan handal," kata Gatot.



Ia menekankan, pola kerja wartawan dan media saat ini sangat bergantung layanan data dan internet sehingga seluruh pihak harus mampu memberikan itu secara handal baik di media center maupun di seluruh venue di 16 kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Executive Vice President Divisi Government Service Telkom, Mohammad Salsabil, baru-baru ini mengatakan, dalam rangka PON XIX dan PEPARNAS XV 2016, pihaknya secara keseluruhan menyiapkan lebih dari 35 GB bandwidth selama pelaksanaan kegiatan.

Selain di media center, disediakan fasilitas telekomunikasi di 200 hotel penginapan atlet, Bandara Husein Sastranagara, dan stasiun kereta api hingga rumah sakit yang ada di Jabar.

"Kami mendukung seluruh media center, mulai dari media center utama di Trans Studio Mall, dua media center menengah di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan Graha Siliwangi hingga 14 media center kecil di Gedung KONI Jabar juga lokasi lainnya," tuturnya.

Untuk mendukung layanan komunikasi mobile, menurut dia, Telkomsel menyiapkan lebih dari 800 base transceiver station (BTS) (2G, 3G & 4G) untuk meng-cover seluruh venue acara. Jumlah tersebut sudah termasuk BTS baru dan mobile BTS (COMBAT).

Pada masing-masing lokasi media center dan venue tersebut, dilengkapi 130 CCTV, lebih dari 600 komputer, printer, IP phone, LCD, dan access internet wifi.id yang didukung lebih dari 500 access point. Telkom Group, lanjut Salsabil, juga menyiapkan layanan broadcasting melalui dukungan tiga unit Satellite News Gathering. (ash/rns)

Sumber : detik.com

Berita Terkait : Berita Terkini